kursor

Kamis, 31 Januari 2013

Dakwah Rasulullah

 
    Dakwah Rasulullah pada periode Mekkah
  1. Situasi dan Kondisi Masyarakat Mekkah Sebelum Islam Datang
Mekkah merupakan kota yang terpenting bagi umat Islam diseluruh dunia,kota yang indah dan penuh kesakralan ini mempunyai power dan spirit bagi umat islam dan membangun peradaban . Secara historical mekkah pada abat ke V masehi telah mengalami perubahan dan kemajuan,walaupun kemajuan itu masih sangat terbatas, masyarakatnya sudah mulai mengenal sistem gotong royong atas dasar kesadaran masing – masing, semuanya tunduk kepada kepala sukunya.
Demikian pula pembangunan pada masa itu juga sangat terbatas. Kota mekkah terletak diantara dua gunung, yaitu gunung Abi Qubais (jabal qubais) dan gunung Akhmar / A’rof, namun dengan adanya ka’bah dilembah yang tandus ini kemuliaan yang di peroleh oleh kaum quraisy dan bangsa arab sekitarnya di tambah dengan keamanan yang penuh menyebabkan kota ini sangat disenangi oleh kabilah-kabilah, baik yang berada di sekitarnya maupun yang dari jauh untuk pindah di Mekkah.
  1. Nabi Muhammad sebelum diangkat menjadi Rosul
Tepat pada hari senin tanggal 12 Robiul Awal bertepatan 20 April 571 M. Dan semesta bergembira dengan kelahiran seorang bayi suri yang menjadi Nabi akhir zaman. Sedang menurut ahli ilmu falq Mesir Mahmud Basya, kelahiran Nabi tanggal 9 Robiul Awal tahun gajah bertepatan tanggal 20 april 571 M.
Pada mulanya Muhamad di susui oleh seorang budak wanita Abu lahab yang bernama Suaibah selama beberapa hari kemudian Abdul Mutholib memberikan cucunya yang paling disayang itu kepada Halimah sa’diyah, setelah Muhammad di susui oleh Siti Halimah Sa’diyah. Pada usia enam tahun beliau dibawa oleh ibunya ke keluarga ayahnya di Madinah dan untuk berziaroh ke makam ayahnya. Ketika beliau dalam perjalanan ke Mekkah ibunya meninggal dunia di sebuah desa bernama Abwa’. Muhammad diasuh oleh Abdul Mutholib hanya dua tahun, karena meninggal dunia saat Muhammad berumur 8 tahun sejak itu kemudan Muhamad di asuh oleh pamanya Abu tholib.
  1. Nabi Muhmmad diangkat menjadi Nabi dan Rosul
Di saat kota Makkah dan penduduknya tenggelam dalam kerusakan dan kemusrikan, masa itu adalah masa-masa tentang yang paling meresahkan hati Nabi Muhammad. Beliau sering merenung nasib kaumnya yang tersesat itu. Beliau merasa bahwa kota Makkah seolah-olah sempit baginya untuk hidup karena itulah beliau sering memencilkan diri di gua Hiro. Selama di gua Hiro’ belia mendekatkan diri kepada Allah agar dapat memberikan ketenangan pada hati beliau.
Dalam suatu riwayat hadits Imam Bukhori dikatakan bahwa menjelang datangnya wahyu Alloh pertama turun Muhammad sering mimpi melihat yang terang bagaikan fajar dipagi hari. Tepat ketika beliau tenggelam dalam munajatnya kepada Alloh beliau didatangi oleh malakat Jibril yang membawa perintah Alloh. Beliau dituruni wahyu pertama tepat pada tanggal 17 Romadlon / Agustus 610 M, dalam usia 40 tahun. Wahyu pertama itu surat Al Alaq ayat 1-5.




  1. Strategi Dakwah Rosululloh SAW Di Madinah
  1. Dakwah secara sembunyi-sembunyi
Dakwah siri selama tiga tahun dari kerosulan. Sasaran dakwah bisiri yang pertama adalah keluarga serumah merupakan sasaran dakwah yang pertama dalam hal ini khodijah (Istri Rosul ) dan anak-anaknya.
Yang kedua adalah sahabat-sahabat terdekat, Abu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk Islam. Abu bakar mengetahui benar kejujuran Muhammad, setiap yang di katakan Muhammad mesti membenarkanya. Oleh karna itu ketika Muhammad menyampaikan berita tentang pengangkatan dirinya sebagai rosul, Au Bakar dengan segera menemuinya, sehingga beliau di beri gelar As- shiddiq. Setelah itu di susul pula oleh Ustman bin Affan, Abdurruhman bin Auf , Saad bin Abi Waqosh, Zubair bin Awwam, Tolhah bin Ubaidillah bin Jarroh , Arqom bin Abil arqom dan beberapa penduduk Quraisy lainya. Mereke itu di sebut Assabiqunal Awwalun artinya orang yang terdahulu masuk islam. Sasaran yang ke tiga adalah kerabat dan famili terdekat, mereka yang tergolong kelompok ini adalah Ali bin Abi Tholib, Ja’far bin Abi Tholib , keduanya merupakan saudara susunan yaitu Hamzah bin Abdul Mutholib juga masuk islam dengan penuh semangat memperjuangkan islam, sehingga oleh Rosulullah beliau- beliau dianugerahi gelar Assadulloh artinya singa Allah.
  1. Dakwah secara terbuka
Tiga tahun lamanya Nabi berdakwah secara sembunyi-sembunyi yaitu secara diam-diam dari rumah-kerumah. Setelah itu turun perintah Allah untuk berdakwah secara terbuka dalam surat Al-Hijr ayat 94, yang artinya : “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang perintahkan kepadamu dan berpalinglah dari orang-orang yang musyirik,
( Q. S. Al-Hijr : 94 ).
Ayat tersebut memerintahkan agar Rasulullah menyiarkan islam secara terang-terangan, meninggalkan secara sembunyi-sembunyi, sejak itulah Rosulullah berdakwah secara terbuka.
  1. Penderitaan Dan Tekanan Kepada Rasulullah Dan Para Pengikutnya
  1. Hambatan dan Rintangan
Semula kaum quroisy mengira bahwa suruan dakwah Rasulullah hanyalah gerakan kecil yang tidak akan bertahan lama, akan tetapi setelah melihat realita di masyarakat bahwa perkembangan islam semakin pesat, maka terkejutlah mereka. Berbagai macam siksaan ditimpakan kepada pengikutnya terutama dari golongan hamba sahaya, misalnya yang menimpa Yasir, Amru Bin Yasir serta isterinya, sumaiyah mendapat siksaan yang luar biasa dari kafir quraisy, Bilal Bin Robbah yang harus menanggung derita setelah mengikuti ajaran Rasulullah. Rasulullah dituduh sebagai pemecah belah bangsa Arab dan sebagai orang yang dianggap menghinakan nenek moyang dan dewa-dewa sesembahannya.
  1. Boikot terhadap Bani Hasyim dan Bani Mutholib
Seluruh keluarga Bani Hasyim telah memutuskan untuk menjaga Rasulullah dan perang habis-habisan demi kepentingan dan keselamatan Rasulullah dan para pengikutnya. Kaum quraisy mengetahui bahwa keselamatan Rasulullah adalah terletak pada Bani Hasyim, merekalah pilar dan ujung tombak perjalanan dakwah Rasul ke Mekkah.
Pemboikotan berlangsung selama 3 tahun mulai pada bulan Muharrom tahun 7 kenabian atau 616 M. Isi pemboikotan itu antara lain :
  1. Mereka tidak akan menikahi umat Islam
  2. Mereka tidak menerima permintaan nikah dengan umat Islam
  3. Mereka tidak akan berjual beli dengan umat Islam
  4. Mereka tidak akan menengok orang Islam yang sakit
  5. Mereka tidak akan mengantar mayat orang Islam ke kubur
  6. Mereka tidak akan menerima permintaan damai orang Islam, sebelum menyerahkan Rasulullah kepada orang kafir quraisy.

  1. Dakwah keluar kota Mekkah
Kehadiran kaum muslimin di negeri Habsyi ( Ethiopia )pada tahun ke-5 sesudah masa kerosulan Muhammad adalah untuk menghindari siksaan dan gangguan dari kaum kafir quraisy di Mekkah, sekaligus membuka misi dakwah Rasul. Rasulullah mengetahui bahwa raja habsyi yaitu Raja Negus seorang raja yang berhati mulia adil dan bijaksana, kehadiran imigran muslim dari arab ini diharapkan diterima baik dan diberi kesempatan untuk hidup ditanah Benua Hitam ini. Kondisi ini sangat menguntungkan kaum muslimin dalam prospek dakwah di Habsyi. Dengan sentuhan hati bijaksana penguasa Habsyi diharapkan dakwah bisa Running Well, secara aktif dan efisien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar